[Catatan Awal: Tulisan ini pertama kalinya diterbitkan dalam Superhumanity: Post-Labor, Psychopathology, Plasticity (2021) yang merupakan kolaborasi antara National Museum of Modern and Contemporary Art, Korea dan e-flux Architecture. Tulisan ini disadur ke dalam Bahasa Indonesia oleh Rifki Akbar Pratama atas sepengetahuan Hannah Proctor.] “Banyak orang bilang selepas mereka meninju tembok mereka merasa jauh lebih baik, …
