Menampilkan 15 Hasil
Esai

Bahasa Pasar(an) Kwee Thiam Tjing

Kwee Thiam Tjing (1900-1974) alias Tjamboek Berdoeri adalah seorang wartawan nasionalis dan kosmopolitan anti-kolonial. Kwee juga seorang sastrawan yang dengan “bahasa indah tanpa nama” (Anderson, 2009) menulis novel jurnalistik kondang Indonesia dalem Api dan Bara (1947/2004). Bahasa yang digunakan Kwee kurang lebih adalah bahasa Melayu-Indonesia sebelum EYD, “bahasa pasar(an)” yang “pas” untuk dibaca dan memberi …

Esai

Njoo Cheong Seng, Gagaklodra, dan Rasialisme Kebangsaan

Tulisan ini bertutur mengenai cerita detektif yang muncul dan populer di Hindia Belanda pada 1920an hingga 1930an. Dengan mengambil titik tolak dari salah satu penulis cerita detektif bernama Njoo Cheong Seng, saya berupaya melihat cerita detektif bukan hanya berkaitan dengan bacaan hiburan populer, tetapi juga membicarakan mengenai persoalan-persoalan sosial di Hindia (saat ini menjadi bagian …

Esai

Necis di Atas Piring: Estetika Visual Makanan

“Sekarang, yang namanya makan itu juga pakai mata!”, ungkap Yonathan Wisnhu, atau akrab dipanggil chef Jojo. Saya mengenalnya sejak SMA hingga kini ia berprofesi sebagai chef profesional di Bali. Kami berbincang banyak mengenai kesibukan seorang chef profesional dan perihal estetika (seni) makanan di atas piring – atau biasa disebut plating (penyajian). Menurut Chef Jojo, plating …

Esai

Pandemi, Ideologi, dan Imajinasi

Buku Slavoj Žižek, Pandemic! Covid-19 Shakes The World (2020), sangatlah menarik untuk dibahas. Betapa tidak? Karena buku ini tidak hanya membahas mengenai virus Corona, melainkan keberadaannya di konteks dunia yang saling berhubungan satu dengan lainnya (globalisasi). Keterhubungan ini membuat penyebarannya sangat masif hinggamembuat dunia terguncang. “We should of course analyze in detail the social conditions …

Esai

Rampogan Sima, Pelarangan, dan Psikologi Kerumunan

Catatan Awal: Tulisan ini menjadi pengantar dalam pameran Timoteus Anggawan Kusno, lebih jauh lihat: https://www.tanahruncuk.org/crowd-vergadering-and-anticolonial-nationalism/ Tjrijosipoen tijang sepoeh: waos koela poenika bangsa sae, wani dateng sima. Mila pitados koela kala roemijin, sadaja sima ingkang kesenggol wilahing waos koela, pedjahipoen namoeng saking kamandèning waos koela pijambak, waosipoen tijang atoesan poenika namoeng toemoet natoni kémawon. Ceritanya para …